Senin, 18 Mei 2015

Harusnya Kucintai Dia Secukupnya /part 1/

Harusnya Kucintai Dia Secukupnya
/part 1/

Bola api raksasa menghangatkan jalan yang kulewati. Biru langit yang membuatku iri. Kualihkan pandangan kesebelah kanan. Lagi-lagi semesta mengejekku. Kuputuskan untuk berhenti sejenak, menikmati hamparan lautan dan langit yang melakukan konspirasi semesta untuk menertawakanku. Membuat iri. Sial!
Kulangkahkan kaki menyusuri pasir pantai yang memantulkan bayangan hitam tubuhku. Andai saja bisa, ingin rasanya membiarkan ombak merenggut seluruh rasa sakit yang mengakar di seluruh penjuru hati. Membiarkan langit menghisap dan melumpuhkan ingatan, membakarnya hingga lenyap dengan bola api raksasa yang begitu setianya pada langit.
Sudah lewat dua kali musim penghujan dan tiga kali musim kemarau, namun perasaan itu masih tertata rapi. Sulit melemparnya keluar dari ingatan. Sungguh, melupakannya tak semudah menebar senyum palsu. Senyum yang cukup berhasil membuatku terlihat kuat dari luar. Selangkah demi selangkah kubawa tubuh menjauh dari pantai. Ah, aku pernah merasa lengkap bersama dua kakinya, terasa langkahku begitu ringan. Hanya bersama dia, hidup terasa mudah untuk dijalani. Sayang, sesuatu yang indah itu hanya terdiam di masa lalu. Sesuatu yang indah itu tak bisa kudapatkan kembali. Mungkin belum.
YYY
“Yang, lihat kesebelah kiri.”
Aku menoleh, seperti permintaannya. "Wahh... Cantik. Kita mampir bentar yuk."
Dia menuruti permintaanku. Aku dan dia tengah berdiri di bibir pantai. Kutunjuk cakrawala yang tepat berada di atas kami. "Lihat di atas sana, Yang. Luas, tak terbatas kan?"
Dia hanya mengangguk. Membenarkan. “Iya. Kenapa?”
“Sama seperti rasa sayangku ke kamu. Tak berbatas.”
Dia tersenyum. Simpul. Manis. “Sayang mah suka gombal. Pasti sudah banyak korbannya.”
Entah mengapa, setiap kalimat yang benar-benar serius kuucapkan selalu terdengar seperti bualan di telinganya. Padahal sungguh, aku benar-benar mencintainya. Sangat cinta.
“Aku serius, Sayang.” Kupasang bibir manyun yang selalu bisa membuatnya menuruti inginku. Berharap dia akan yakin pada perkataanku.
“Iya, Sayang. Aku tahu. Aku pun bisa merasakannya. Thank you for loving me.”
“Kamu juga sayang aku, kan?” Kuamati wajahnya lekat-lekat. Dia masih memandang ke atas. Pelan-pelan, langit mulai menampakkan lukisan Tuhan.
“Seharusnya, hal itu tidak pernah kamu tanyakan, Sayang. Jangan ragukan rasa sayangku ke kamu.”
Kupandangi sorot matanya yang teduh. Iya. Aku hanya akan bertanya satu kali. Aku pun sudah merasa cukup untuk jawaban yang kudapat. Aku ingin mempercayainya. Dia menggenggam erat telapak tanganku. Kami berdua melangkah menjauhi pantai. Dua pasang kaki yang melangkah bersama. Senada. Seirama. Dua telapak tangan yang saling menggenggam. Erat. Hangat.

to be continued.....   
                                                                      Afriyani (6A)

MORSE 2015 PGSD UPP TEGAL FIP UNNES

Hai Gaeees.... Apa kabar nih? Aku datang membawa info terkait MORSE 2015 yang dilaksanakan tanggal 23 sampai 26 April kemarin nih. Acara yang dilaksanakan dari Hari Kamis sampai Minggu ini merupakan salah satu pogram kerja dari HIMA 15timewa khususnya Departemen Bakat dan Minat. Acara berlangsung dengan meriah walaupun masih cukup banyak hambatan dan kekurangan, khususnya hujan setiap sorenya yang membuat panitia cukup panik dan harus menyusun run down baru lagi demi menyesuaikan dengan cuaca dan kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Pembukaan MORSE 2015 dilaksanakan pada Hari Kamis, 23 April 2015 dengan diawali dengan Lomba Masak untuk para calon Bapak Guru. Acara ini belangsung sangat meriah dengan juri masaknya yaitu Bapak Utoyo dan Bu Ika Ratnaningrum. Para peserta berlomba-lomba untuk menghasilkan masakan terbaiknya dari segi rasa maupun penampilan. Dan akhirnya, ditentukan masakan terbaik yaitu dari rombel 6 A. Kemudian dilanjutkan dengan acara Pembukaan pada malam harinya bertempat di GOR PGSD UPP TEGAL dengan berbagai penampilan seni termasuk dari COP45 yang menampilkan drama kereeen (y).
Pagi harinya, Jum’at 24 April 2015 dimulailah acara MORSE 2015. Acara dimulai dengan Lomba Futsal Putri di GOR PGSD, Lomba Voli Putra di Lapangan Tengah, Desain Grafis di ruang 105, Essay di Perpustakaan Lama dan Story Telling di ruang S2. Acara berlangsung dari pagi hingga sore untuk Lomba Olahraga, dan untuk Lomba Edukasi dilaksanakan sampai pukul 11.00 WIB. Selain itu, setiap rombel juga membuka Stand Kewirausahaan  yang semakin menambah kemeriahan MORSE kali ini.
 Kemudian, hari ketiga MORSE 2015, Sabtu 25 April dilanjutkan dengan Lomba Voli Putri di Lapangan Tengah, Lomba Badminton di GOR PGSD, Lomba Media Pembelajaran di ruang 110, dan Lomba Debat di Perpustakaan Lama. Untuk lomba Olahraga berakhir sampai malam hari, terutama untuk Voli Putri hingga babak Semi Final.
Minggu, 26 April 2015 hari terakhir MOSE 2015. Yeeeey :D. Acara pada hari Minggu adalah khusus untuk Lomba Olahraga yaitu semi final dan final Lomba Voli, Badminton dan Futsal. Dan untuk malam hari dilaksanakan Penutupan MORSE 2015 dengan Pentas Seni dari semester 2, 4, 6 dan 8. Sebelumnya, acara Pentas Seni mengalami hambatan akibat cuaca buruk, akibatnya acara menjadi tertunda dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Tetapi, setelah hujan berhenti, suasana Pentas Seni berlangsung dengan lancar dan menciptakan suasana romantis nan indah.
Banyak penampilan-penampilan kreatif dan menarik. Acara ditutup dengan penampilan dari Ketua HIMA 2015, Nur Hafidh Ramadhan bersama rekan-rekan bandnya. Setelah itu ada pengumuman juara lomba-lomba Olahraga, Seni dan Edukasi. Acara berakhir hingga tengah malam dengan penerbangan lampion. Semoga mimpi-mimpi kita dapat terbang melesat ke langit layaknya lampion. Terbang bebas tanpa bataaaaaas. Semoga MORSE tahun-tahun berikutnya dapat lebih baik lagi yaaa J Sukses. PGSD JOSS!! PGSD JOSS!! PGSD JOSS JOSS JOSS
                                                                                     #ROKHATI