Setiap orang , dalam perjalanan hidupnya, mungkin pernah
merasakan sebagai orang yang paling menderita dan paling malang nasibnya di
dunia ini. Bila hal ini dibiarkan berlarut,akan menyurutkan semangat hidup,
memudar dan kemudian putus asa. Karena itu, sesekali kita perlu melihat
sekeliling. Ada jutaan orang orang yang jauh lebih menderita, salah satunya
adalah orang orang yang invalid (cacat),baik sejak lahir,maupun karena
kecelakaan atau penyebab lainnya.
Dengan melihat dari dekat,mendengarkan bagaimana dalam
kondisi tubuh yang cacat, maka: “Sungguh Maha besar Tuhan, segala puji dan
syukur kami kepadaMu untuk karunia hidup yang telah kami terima”
Siapapun kita,selama masih memiliki setitik hati nurani,akan
tergugah dan menangis,menyaksikan semuanya ini. Dan memberikan kita pencerahan
,bahwa jangan pernah menjadi orang yang
tidak tahu menyukuri hidup!
![]() |
| Paul ,berlatih diri,walau masih di rumah sakit. |
Kegigihan
dan semangat hidupnya,mampu memotivasi jutaan orang cacat di dunia.
(Picture: silke stuckenbrock/gong.free.adv)
Salah satu dari sekian juta orang orang cacat adalah Paul de
Gelder,yang tinggal di Australia. Pria bertubuh atletis dan gagah ini, tidak
pernah bermimpi,bahwa suatu waktu ia akan kehilangan sebelah kaki dan
tangannya.
Namun,seperti kata pepatah :” Untung tidak dapat
diraih,malang tidak dapat ditolak”,tahun 2011 ,ketika Paul sedang ikut latihan
penyelamatan dilaut lepas,tiba-tiba ia diserang seekor ikan Hiu raksasa. Teman temannya berusaha
menyelamatkan dan melarikan Paul dengan helikopter kerumah sakit terdekat.
Tetapi lukanya sudah terlalu parah .Tidak hanya daging ,tapi sebelah tulang
kaki dan lengannya remuk. Team dokter ahli tidak berdaya. Satu satunya jalan
adalah amputasi. Berarti sebelah kaki
dan sebagian lengannya harus dipotong.
Sejak itu Paul menjadi manusia invalid.Satu kata yang amat
sangat menyakitkan. Team dokter dan teman temannya ,menyarankan agar Paul
dirawat dipusat rehabilitasi kejiwaan, karena dikuatirkan akan frustasi dan
melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,yaitu bunuh diri. Bayangkan, dari
seorang pria gagah dan kuat, kini menjadi seorang yang cacat.
Tetapi, Paul dengan keras menolak. Ia yakin akan mampu
mengatasi masalahnya. Bahkan ketika masih terbaring ditempat tidur dirumah
sakit, Paul minta disediakan alat olah raga. Dengan sebelah tangan yang masih
utuh, ia membina, tidak hanya raganya, tetapi juga jiwanya. Paul ingin
membuktikan pada dirinya ,teman teman dan pada dunia, bahwa cacat fisik,bukan
berarti segalanya sudah berakhir.
Hanya selang empat bulan setelah keluar dari rumah sakit,
Paul sudah terjun parasut didampingi temannya. Ia juga membuktikan, bahwa
sekalipun kaki dan tangannya buntung
karena diserang Hiu, ia tidak mengalami trauma. Paul berenang bersama seekor
ikan Hiu, disalah satu akuarium raksasa.
Tekad dan kemauan yang luar biasa Paul,mengundang perhatian
berbagai media. Ia diundang untuk menceritakan kisah hidupnya yang dramatis.
Maka sejak waktu itu Paul, menggubah jalan hidupnya, dari seorang life guard
dilaut, menjadi seorang motivator dan inspirator. Ia berbicara di hadapan
penderita kanker, penderita cacat, dan orang orang yang mengalami trauma yang
mendalam. Memberikan mereka pencerahan, bahwa sakit dan cacat fisik, bukan
berarti hidup sudah berakhir. Saat ini, Paul adalah salah satu dari motivator
dan inspirator kelas dunia .
#SMS2B

Tidak ada komentar:
Posting Komentar