Kamis, 09 April 2015

BUNTUNG KAKI DAN TANGAN,TAPI MENJADI MOTIVATOR DAN INSPIRATOR DUNIA

Setiap orang , dalam perjalanan hidupnya, mungkin pernah merasakan sebagai orang yang paling menderita dan paling malang nasibnya di dunia ini. Bila hal ini dibiarkan berlarut,akan menyurutkan semangat hidup, memudar dan kemudian putus asa. Karena itu, sesekali kita perlu melihat sekeliling. Ada jutaan orang orang yang jauh lebih menderita, salah satunya adalah orang orang yang invalid (cacat),baik sejak lahir,maupun karena kecelakaan atau penyebab lainnya.

Dengan melihat dari dekat,mendengarkan bagaimana dalam kondisi tubuh yang cacat, maka: “Sungguh Maha besar Tuhan, segala puji dan syukur kami kepadaMu untuk karunia hidup yang telah kami terima”
Siapapun kita,selama masih memiliki setitik hati nurani,akan tergugah dan menangis,menyaksikan semuanya ini. Dan memberikan kita pencerahan ,bahwa jangan pernah menjadi  orang yang tidak tahu menyukuri hidup!
Paul ,berlatih diri,walau masih di rumah sakit.
 Kegigihan dan semangat hidupnya,mampu memotivasi jutaan orang cacat di dunia.

(Picture: silke stuckenbrock/gong.free.adv)

Salah satu dari sekian juta orang orang cacat adalah Paul de Gelder,yang tinggal di Australia. Pria bertubuh atletis dan gagah ini, tidak pernah bermimpi,bahwa suatu waktu ia akan kehilangan sebelah kaki dan tangannya.
Namun,seperti kata pepatah :” Untung tidak dapat diraih,malang tidak dapat ditolak”,tahun 2011 ,ketika Paul sedang ikut latihan penyelamatan dilaut lepas,tiba-tiba ia diserang seekor  ikan Hiu raksasa. Teman temannya berusaha menyelamatkan dan melarikan Paul dengan helikopter kerumah sakit terdekat. Tetapi lukanya sudah terlalu parah .Tidak hanya daging ,tapi sebelah tulang kaki dan lengannya remuk. Team dokter ahli tidak berdaya. Satu satunya jalan adalah amputasi. Berarti sebelah kaki  dan sebagian lengannya harus dipotong.

Sejak itu Paul menjadi manusia invalid.Satu kata yang amat sangat menyakitkan. Team dokter dan teman temannya ,menyarankan agar Paul dirawat dipusat rehabilitasi kejiwaan, karena dikuatirkan akan frustasi dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,yaitu bunuh diri. Bayangkan, dari seorang pria gagah dan kuat, kini menjadi seorang yang cacat.
Tetapi, Paul dengan keras menolak. Ia yakin akan mampu mengatasi masalahnya. Bahkan ketika masih terbaring ditempat tidur dirumah sakit, Paul minta disediakan alat olah raga. Dengan sebelah tangan yang masih utuh, ia membina, tidak hanya raganya, tetapi juga jiwanya. Paul ingin membuktikan pada dirinya ,teman teman dan pada dunia, bahwa cacat fisik,bukan berarti segalanya sudah berakhir.

Hanya selang empat bulan setelah keluar dari rumah sakit, Paul sudah terjun parasut didampingi temannya. Ia juga membuktikan, bahwa sekalipun  kaki dan tangannya buntung karena diserang Hiu, ia tidak mengalami trauma. Paul berenang bersama seekor ikan Hiu, disalah satu akuarium raksasa.
Tekad dan kemauan yang luar biasa Paul,mengundang perhatian berbagai media. Ia diundang untuk menceritakan kisah hidupnya yang dramatis. Maka sejak waktu itu Paul, menggubah jalan hidupnya, dari seorang life guard dilaut, menjadi seorang motivator dan inspirator. Ia berbicara di hadapan penderita kanker, penderita cacat, dan orang orang yang mengalami trauma yang mendalam. Memberikan mereka pencerahan, bahwa sakit dan cacat fisik, bukan berarti hidup sudah berakhir. Saat ini, Paul adalah salah satu dari motivator dan inspirator kelas dunia .

                                                                                                                                                                #SMS2B

Tidak ada komentar:

Posting Komentar