Kamis, 09 April 2015

FILOSOFI APA INI?

Suara itu…..wuss…wuss..wuss..lalu kenapa tiba-tiba angin menyibak rambutku? Aku baru sadar, ini sudah terlalu larut untuk tubuh lelahku. Detak jarum jam membarengi deru kipas angin yang nampaknya tak akan lelah berputar kecuali jika aliran listriknya kucabut. Atau jika kondisinya sudah tidak memungkinkan, barangkali sudah terlalu lelah atau terlalu usang karena saking lamanya dipakai. Ya seperti manusia menurutku, akan lelah jika terus menerus dituntut. Yang paling penting dilakukan tentu selalu mengaliri daya untuk tubuh kita agar bisa terus menjalankan hidup.
00:01. Sedikitpun aku belum memejamkan mata. Barangkali terlalu asyik memandangi cicak yang menempel di atap kosku. Handphone yang sedari tadi di sampingku tak kunjung berbunyi. Berharap seseorang itu cepat menghubungiku, tapii……

Prakkkk……prakkk……

Nampak seperti batu memecahkan kaca. Beberapa orang wanita tak dikenal tiba-tiba saja masuk ke kamarku tanpa komando. Bahkan tanpa seizinku. Seketika aku tersontak. Antara kaget dan takut. Ingin berteriak, tapi leherku seperti tercekik. Suaraku hilang. Aku diam tak bergerak. Satu diantara 3 orang tampak mengeluarkan sebuah bungkusan dari plastik. Apa itu? Narkoba? Atau bom? Pikiranku sudah melayang jauh. Tapi aku tak berani menegur. Kemudian 2 orang lainnya membentuk lingkaran dan duduk di lantai kamarku.

Aku semakin tidak mengerti. Mereka memakai pakaian hitam-hitam ala preman. Kelihatan keren memang, tapi….mata mereka seakan menyeruduk kepadaku. Bola matanya seperti mau keluar. Tangan mereka penuh dengan gelang-gelang imitasi dengan kuku-kuku hitam efek kuteks. Bibir mereka masing-masing memainkan mimiknya. Ada yang bentuknya seperti corong tuangan bensin, ada yang menggigit-gigit bibirnya seakan menahan rasa mulesnya, dan ada pula yang terus komat-kamit sambil terus memandangiku. Aku nanar. Aku mencoba memberanikan diri membalas tatapan buruk itu. Dalam hatiku “Siapa wanita buruk ini? Mengapa malam-malam datang ke kamarku? Dan apa bungkusan yang ada di hadapan wanita itu?”

Lamunanku terhenti ketika tiba-tiba suara laki-laki yang tak asing terdengar nyaring di telingaku. Aku segera sadar. “ Apa yang kamu lakukan di luar tengah malam begini? Teman-temanmu sudah tertidur” Ternyata suara Bapak Kos. Aku pikir ini kesempatan untukku menyuruh Bapak Kos mengusir wanita-wanita buruk ini. Sebelum menjawab, aku menoleh ke arah wanita-wanita itu. Aku kaget. “Loh kok mereka tidak ada? Ke mana perginya mereka?” pikirku.

Akhirnya, aku terpaksa berbohong kepada Bapak Kos. “Iya pak, tadi habis mengerjakan tugas, ini baru mau tidur.” Jawabku. Aku masuk kamar, kututup dan kukunci pintu daaan…


BERSAMBUNG

#Ciend

Tidak ada komentar:

Posting Komentar